Petugas Pelabuhan Gilimanuk gagalkan penyelundupan terumbu karang

petugas-pelabuhan-gilimanuk-gagalkan-penyelundupan-terumbu-karang

RastaNewsBerita-Petugas Pelabuhan Gilimanuk gagalkan penyelundupan terumbu karang Polisi kawasan laut di penyeberangan Pelabuhan Gilimanuk, Bali kembali menggagalkan upaya penyelundupan biota laut jenis terumbu karang. Sedikitnya ada 145 kantung plastik berisi terumbu karang yang diamankan Unit Reskrim Polsek Kawasan Laut Gilimanuk yang tergabung dalam Unit Kecil Lengkap (UKL), Rabu (15/11) sekitar pukul 07.30 WITA.

Ratusan terumbu karang berbagai jenis itu dititipkan melalui bus Antar Kota Antar Provinsi (AKAP) Pahala Kecana nomor polisi K 1685 AB tujuan Jepara-Denpasar.

Sopi bus Kusyowedi (40) asal Kudus, Jawa Tengah yang mengangkut mengaku tak tahu isi dalam kardus ternyata terumbu karang. Ia hanya diminta membawa paket tersebut ke terminal Mengwi Badung. Untuk jasa antar, Kusyowedi mengaku menerima jasa transport Rp 200 ribu.

Komoditi ilegal itu ditempatkan di dalam bagasi sebanyak dua dus besar bekas bungkus rokok. Karena tidak dapat menunjukkan dokumen resmi pengiriman dan sertifikat kesehatan dari kantor karantina daerah asal, sopir bus beserta barang buktinya diamankan ke Polsek Kawasan Laut Gilimanuk untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.

Kapolsek Kawasan Laut Gilimanuk, Kompol Nyoman Subawa membenarkan pihaknya berhasil menggagalkan penyelundupan terumbu karang dari Jawa menuju Bali melalui Pelabuhan Penyeberang Gilimanuk.

“Sopir bus itu tidak membawa surat keterangan kesehatan dari Karantina asal, untuk selanjutnya akan kita periksa dalam pengembangan,” ujar Kapolsek, Rabu (15/11).

Pengiriman tersebut yang tanpa dilengkapi dokumen lengkap menurutnya melanggar UU RI No 16 Tahun 1992, tentang Karantina Hewan , Ikan dan Tumbuhan.

“Setiap pengiriman hewan, ikan dan tumbuhan, bahan hewan, hasil bahan hewan, ikan dan tumbuhan dari satu pulau ke pulau lainnya harus dilengkapi dengan surat keterangan kesehatan dari Kantor Karantina daerah asal” jelasnya.

Lanjut dia, bahwa terumbu karang dimaksud termasuk yang dilindungi dan langka. Untuk itu pihaknya langsung berkoordinasi dengan Karantina Ikan wilayah kerja Gilimanuk serta Balai Konservasi Sumber Daya Alam (KSDA) sehingga bisa menentukan proses selanjutnya.

Dari hasil pemeriksaan yang dilakukan pihaknya bersama KSDA diketahui jumlah terumbu karang yang hendak diselundupkan itu sebanyak 145 bungkus yang terdiri dari tiga jenis yakni jenis polip warna 36 bungkus, oxiopora 85 bungkus dan jamur, 24, bungkus.

Sementara itu, Penanggung Jawab Balai Karantina Ikan Wilayah Kerja (Wilker) Gilimanuk, I Wayan Diana Saputra mengatakan pengiriman antar pulau terumbu karang itu harus ada surat keterangan kesehatan dari karantina Ikan daerah asal dan surat dari BKSDA.

“Temuan ini kita putuskan untuk langsung melakukan pelepasliaran. Pelepasliaran ini dilakukan agar terumbu karang itu tidak mati” ujarnya

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s